Giroud Frustrasi Sebab Cuma Jadi Pemain Pelapis

Info88bola.com – Giroud Frustrasi Sebab Cuma Jadi Pemain Pelapis. Penyerang Chelsea Olivier Giroud menjelaskan jika dianya tidak dapat terima tempatnya jadi pemain pelapis dibawah bimbingan Frank Lampard. Walau demikian, ia tidak mengomentari sang bos.

Giroud cetak gol untuk negaranya waktu Prancis mencetak kemenangan 1-0 atas Islandia di kwalifikasi Euro 2020. Tetapi, ia belum cetak gol di Premier League musim ini.

Penyerang berumur 33 tahun itu baru membuat tiga tampilan di Premier League musim ini. Karena, Lampard seringkali mainkan penyerang muda Tammy Abraham daripada dianya.

Lampard memang tidak salah meyakini Tammy jadi penyerang penting Chelsea. Bomber muda Inggris itu tampil tajam selama ini.

Giroud Frustrasi dan Tidak Menerimanya

Giroud cuma jadi pelapis waktu di pimpin Maurizio Sarri pada musim kemarin. Kondisi yang dirasakannya sekarang tentunya tidak membuat sang pemain bahagia.

“Terima? Saya tidak menerimanya” kata Giroud pada Le Pelerin.

“Anda tidak harus fatalistis dalam kondisi tersendiri. Saya tetap menghargai serta rendah hati. Serta bila saya tidak sepakat dengan pelatih, saya tidak mengkritiknya.

“Tapi dalam diri saya, saya tidak dapat menerimanya sebab saya ketahui apa yang saya hargai di lapangan. Tahun kemarin, saat saya merasakan wajar bermain, saya minta keterangan pada pelatih [Sarri].”

Susah Payah

Semenjak geser ke Chelsea dari Arsenal pada Januari 2018, Giroud memang tidak dapat jadi pilihan penting. Dia cuma jadi starter 14 kali di Premier League.

Giroud memang dapat memenangi kompetisi atas Alvaro Morata serta Gonzalo Higuain. Tetapi, nasib Giroud belum juga beralih.

“Tidak gampang tinggalkan Arsenal untuk Chelsea dua tahun kemarin. Saya menyukai Arsenal,” kata Giroud.

“Tetapi itu adalah perkembangan sebab Chelsea adalah club Inggris yang memenangi gelar paling banyak, bersama dengan Manchester City, dalam 10 tahun paling akhir.

“Saya mempunyai kompetitor dalam serangan – Morata, Higuain – yang pada akhirnya pergi. Saya menang selanjutnya: Saya mainkan final Piala FA pada 2018 serta final Liga Europa pada 2019.

“Satu kali lagi, saya mengawali musim dengan sulit payah, tapi seperti yang disebutkan saudara saya, saya tetap tumbuh waktu hadapi kesusahan.”

, , , , , , , , , ,